.
MANUSIA YANG SEMPURNA
BISMILLAHHIRAHMANIRAHIM
ASSALAMUALAIKUM W.W.
Banyak sekali orang ynag mengatakan bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna. Bahkan kita sendiri pun sering mengatakannya, dan banyak juga pepatah-pepatah mengatakan akan hal itu.
Sangat disayangkan sekali serta begitu bodohnya kita mengatakan diri kita tidak sempurna,
Catatan:
Sebelum kita bahas lebih lanjut perlu saya ingatkan bahwasanya Artikel ini hanya bias dipahami oleh orang-orang yang beriman, tampa dengan iman artikel ini akan rancu isinya.
Nah sekarang kita akan bahas dimanakah sempurnanya manusia itu, padahal kita tahu masnusia itu banyak kekurangannya seperti, ada yang cacat, buta, miskin, kaya, cantik, jelek, bodoh, pintar, dll.
Dari contoh diatas tentu kita akan bertanya-tanya dimana sempurnanya manusia tersebut.
Sebagai seorang muslim (islam) sudah tentu mempunyai pedoman (landasan) hidup yaitu Al Qur’an dan Hadis.
Dengan Al Qur’an & Hadis inilah kita akan membahas kesempurnaan manusia itu.
Banyak sekali firman-firman Allah S.W.T yang menegaskan manusialah ciptaanNya yang paling sempurna serta banyak kelebihan-kelebihan manusia dibandingkan dengan makluk lainnya.
Salah satu ayat yaitu surat Al-Israa ayat 70.
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.Dalam ayat diatas jelas apa yang terkandung didalamnya yakni anak cucu adam (manusia) itu adalah makluk yang paling sempurna dari makluk lain.
Disini kalau kita pahami bener-benar akan terbuka sedikit hati kita bahwasanya manusia itu sempurna.
Sebelum kita uraikan lebih lanjut saya akan buat suatu analogi lagi untuk memperkuat keimanan kita.
- Siapakah yang menciptakan alam serta segala isinya baik alam dunia maupun alam akhirat ?... jawabanya sudah pasti Allah SWT.
- Apakah ada alam dan makluk lain yang bukan Allah SWT yang menciptakan.?.. jawabanya sudah tentu TIDAK.
Kenapa kita perlu membuat pertanyaan dan jawaban di atas, karena disini akan bias kita ukur kadar keimanan yang ada pada diri kita, kalau ada keraguan dalam pertanyaan dan jawaban diatas maka keimanan kita harus pula diragukan pula.
Nah sekarang kita akan lihat dimana letaknya kesempurnaan yang diberikan oleh Allah S.W.T .
Selama ini kita pasti sudah tahu Allah SWT telah memberikan manusia itu tiga hal yakni: akal, pikiran, dan nafsu. Didalam hal yang tiga inilah letak kelebihan manusia dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Contoh ;
Malaikat tidak diberikan nafsu
Binatang tidak diberikan akal dan fikiran
Dan mahluk lainnya tidak ada yang mempunyai tiga-tiganya kecuali manusia.
Dalam hal yang tiga itu pulalah terkandung kesempurnaan manusia itu.
Biar lebih paham lagi kita akan kembali kepada Al Quran yakni surat Asy. Syams ayat 7-8:
07. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),08. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
09. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
dalam ayat diatas dapat kita pahami bahwasanya Allah SWT menberikan (menanamkan ) dua hal terhadap manusia yaitu kefasikan(keburukan,maksiat) dan ketakwaan (kebaikan). jelaslah sudahlah bahwa Allah SWT memberikan dua jalan serta menyuruh kita memilihnya.
Disinilah terletak kesempurnaan manisia itu yaitu pilihan.
SEMPURNA itu adalah PILIHAN.
Kalau manusia itu memilih jalan kefasiakan maka disana terletak keninaan manusia itu bahkan lebih hina dari binatang. Yang tercantum dalam surat Al-Furqaan ayat 43-44.
043. Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?044. atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
Dalam ayat diatas dapat kita pahami bahwa manusia itu banyak yang mendengar atau memahami tetapi dia selalu menuruti hawa nafsunya dalam hidup ini maka dia akan sama bahkan lebih rendah dari binatang.
Kalau manusia itu memilih jalan ketakwaan(kebaikan) maka manusia iti lebih tinggi dari pada malaikat dan inilah manusia yang paling sempurna. seperti surat shaad ayat 71-73
071. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".072. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".
073. Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya.
Disini sudah jelaslah mana manusia yang sempurna itu dilihat dari sisi Allah SWT. Karena Allah SWT tidak memandang manusia itu sari fisiknya, hartanya, pangkatnya,dll tapi Allah SWT memandang manusia itu berdasarkan ketakwaannya.
Peringatan:
Salah satu manusia yang paling sempurna adalah Nabi besar Muhammad SAW.
Kalau kitamelihat pada rasul kita yaitu Muhammad SAW tentu tidak lah sangat tidak pantas kita membandingkan diri kita dengan rasul Allah SWT, karena ada riwayat mengatakan jangan kamu samakan dirimu dengan nabi dan rasul Allah SWT. Karena dia adalah manusia pilihan.
Kewajibang kita adalah mencontoh rasulullah karena Allah SWT mengutus rasulnya didak lain untuk diikuti dan dicontoh oleh umanya.
Jangan sekalai kali kamu membandingkan kesempurnaan itu dengan Allah SWT karema Allah SWT adalah yang maha sempurna dan Allah SWT bukan mahluk seperti firmanya. Surat Al-Ikhlaash ayat 4.
004. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".Dari pejelasan diatas kita simpulkan bahwa manusia itu adah mahluk yang sempurna tinggal pilihan kita pingin jadi mahluk yang sempurna atau mahluk yang hina kita lah yang menentukannya.
Wallahu a’lam.
Tidaklah cukup kita memilihnya saja tampa adanya pelaksanaannya atau apa yang harus kita buat agar mencapai kesempurnaan itu .
Untuk uraian lahkah-langkah atau cara menjadi manusia yang sempurna saya akan bahas dalam artikel selanjutnya.
Terima kasih atas perhatiannya
Wassalamualaikum W.W.
Mohon kritik dan sarannya.
Penulis
ABDUL MALIK . P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar